Indonesia dan Sambal
Ada berbagai macam kondimen makanan di Indonesia seperti kecap, bawang goreng, saus, jeruk nipis, dan sambal. Tetapi sambal memiliki peran tersendiri dalam didalam kondimen yang membuat sambal bisa dibilang lebih penting atau bahkan paling penting dibandingkan kondimen lain. Ada ungkapan yang sering dibilang di Indonesia yaitu “Belum makan kalau belum makan nasi” dan hal yang sama juga berlaku untuk sambal “makan gak enak kalau ga ada sambal”.
Pada tahun 2018 sebuah studi dilakukan oleh universitas Gadjah Mada yang mengidentifikasi ada 322 jenis sambal di Indonesia dengan lebih banyak lagi jenis sambal lainnya yang tidak teridentifikasi. Lalu, apa yang menyebabkan kecintaan dan ketergantungan terhadap sambal ini berasal, apakah setiap orang di Indonesia sudah memiliki toleransi dan kecintaan terhadap sambal dari mereka dilahirkan atau ini sesuatu yang didapatkan melalui “acquire taste” yang diturunkan dari generasi ke generasi sedikit demi sedikit.
Sebelum kita membahas mengapa Indonesia terobsesi terhadap sambal, ada baiknya kita membahas apa itu sambal. sambal itu sendiri bisa dibilang gabungan dari beberapa jenis cabai yang ditambahkan beberapa bahan lainnya yang dimasak dengan cara yang berbeda yang membuat ada begitu banyak variasi jenis sambal di Indonesia. bahan yang biasanya ditambahkan kepada sambal umumnya adalah bawah putih, bawang merah, garam, gula, tomat yang diproses dengan ditumbuk, digoreng, direbus atau dipanggang. salah satu jenis sambal yang populer di indonesia adalah sambal terasi, yang menambahkan terasi yang memberikan rasa dan bau yang unik dari terasi.
Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki sambal mereka sendiri. Seperti sudah menjadi bagian dari sejarah dan budaya dari masing masing provinsi yang menjadi makanan wajib di daerahnya dan juga sebagai kebanggan akan identitas dari suku dan bangsa masing masing daerah. salah satu contoh sambal yang cukup populer adalah sambal matah, yaitu sambal yang berasal dari daerah bali yang teridiri dari potongan kecil sambal yang diberikan minyak kepala garam dan jeruk nipis yang disajikan secara mentah. Contoh lainnya yang tidak kalah terkenal adalah sambal ijo yang berasal dari budaya minang padang. namanya sambal ijo sendiri diambil dari warna yang dari sambal itu sendiri, dimana umumnya sambal di Indonesia berwarna merah, sambal ijo sendiri memiliki warja hijau dikarenakan sambal yang digunakan berasal dari cabai hijau besar dan cabai burung yang berwarna hjiau.
Sambal itu sendiri sudah menjadi bagian dari jati diri orang Indoensia. Kebanggan akan sambal dari daerah masing masing orang, dan jenis sambal yang beragam yang dapat meningkatkan rasa makanan dari berbagai macam jenis makanan juga menjadi faktor pentng kenapa sambal begitu populer di Indoensia. Kecintaan sambal itu sendiri juga diturunkan dari orang tua kepada anaknya sebagai bagian dari budayanya. Tidak ada orang yang sejak lahir dapat memakan sambal dan mengatakan bahwa sambal itu enak. kecintaan akan sambal di Indonesia itu sendiri terjadi dikarenakan para orang tua di Indoensia sudah membiasakan anak mereka untuk memakan sambal sejak kecil sehingga ketika mereka sudah dewasa tingkat ketahanan terhadap sambal mereka menjadi lebih baik dan sudah terbiasa untuk memakan makanan dengan sambal. Oleh karena itu, Indonesia dan sambal sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu sama lain dan akan terus berjalan berdampingan.