Aneka Beras di Indonesia
Indonesia sebagai negara dengan multi kultural yang terdiri dari dari puluhan ribu warisan budayanya dengan lebih dari seribu suku didalamnya merupakan negara dengan berbagai macam tradisi dan budaya terutama di bidang makanan. Setiap suku dan daerah memiliki tradisinya masing masing dengan jenis makanan yang berbeda dari satu suku dengan suku lainnya. Namun tanpa terkecuali hampir semua suku di Indonesia menikmati hidangan apapun dengan nasi sebagai pendampingannya. saking sukanya masyarakat terhadap nasi bahkan ada ucapan yang sangat sering didengar dan diucapkan oleh masyarakat Indonesia yaitu “belum makan kalau belum makan nasi” sehingga bisa kita simpulkan secara sederhana bawha nasi merupakan makanan wajib dan pokok yang harus disantap oleh masyarakat Indonesia setiap harinya tanpa terkecuali.
Saking Cintanya masyarakat Indonesia terhadap beras pun membuat beras di Indonesia memiliki beragam jenis beras yang sering dinikmati mulai dari beras lokal sampai beras import pun laris manis di pasar Indonesia. Beberapa jenis beras yang disukai oleh masyarkat Indonesia antara lain adalah beras putih, beras bewarna, dan beras dari biji-bijian dan kacang-kacanga. Berikut akan kami bahas apa yang jadi pembeda dari setiap jenis serta kelebihan dan keunggulan setiap jenis beras yang membedakan beras tersebut dari jenis beras lainnya.
Pertama dan paling populer di Indonesia yaitu beras putih, beras putih itu sendiri terdiri dari beberapa jenis beras seperti beras pandan khsusnya yang dibuat dari cianjur, beras ini cukup populer karena rasanya yang pulen dan memiliki aroma wangi pandan yang membuat beras ini berbeda dari jenis beras lainnya, berikutnya ada beras rojolele yaitu beras cukup populer untuk disantap setiap hari karena ukurannya yang lebih besar dari beras lainnya dan teksturnya yang empuk, berikutnya ada beras Setra Ramos atau IR64 beras ini memilik kualitas yang lebih baik dari segi ukuran, rasa dan tekstur dari beras lainyna namun memiliki harga yang relatif lebih mahal dari beras putih lainnya dan yang terakhir ada beras pera atau curah yaitu beras yang paling ramah dikantong namun memiliki ukuran yang lebih kecil dan warna yang agak kekuningan tidak seputih beras lainnya.
Berikutnya ada beras berwarna, beras ini walaupun tidak sepopuler beras putih, beras ini tetap memiliki keunggulannya tersendiri terutama dalam segi kesehatan. Beras putih memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, sehingga bagi orang yang menderita diabetes dianjurkan untuk mengurangi konsumsi beras. Alternatif yang bisa diambil oleh orang-orang tersebut adalah dengan mengkonsumsi beras berwarna seperti beras merah yaitu beras yang memiliki warna merah alami dari antosianin yang terkenal membantu mengatur gula darah dan berat badan namun beras ini memiliki tekstur yang sedikit kasar sehingga kurang nikmat dimakan jika dibandingkan dengan beras putih, berikutnya ada beras cokelat yaitu beras yang masih memiliki kulit ari yang baik untuk orang yang menderita kolesterol, lalu yang terakhir ada beras hitam atau unggu yaitu beras yang bewarna hitam karena kandungan antioksidannya yang akan berubah menjadi warna unggu ketika dimasak yang akan membantu menjaga kesehatan dan dapat mencegah kanker.
Terakhir ada beras yang terdiri dari kacang-kacangan atau biji-bijian seperti beras jagung yaitu beras yang dibuat dari biji jagung yang sudah tua atau biasa disebut jagung pipih yang dikeringkan dan ditumbuk secara kasar dan dioleh lagi hingga membentuk seperti butiran beras. Beras jagung ini cocok bagi orang yang masih ingin menikmati beras namun tidak bisa memakan beras yang terbuat dari biji padi.