Seputar Kuliner Nusantara

Tau Ngga Tahu di Indonesia

Tahu dan tempe merupakan sumber protein yang tergolong paling murah dan paling digemari di Indonesia, hampir semua menu di Indonesia akan selalu ditemani tahu dan tempe pada menu makanannya. Pada kesempatan kali ini kita membahas secara mendalam mengenai tahu di Indonesia, mulai dari sejarah munculnya tahu di Indonesia, apa itu tahu, kenapa tahu bisa populer di Indonesia dan menu makanan apa saja yang dapat dinikmati dengan menggunakan tahu.

Tahu pertama muncul di Indonesia dari salah satu penginggalan orang Tionghoa yang datang dan mengenalkan tahu ke Indonesia. Walau tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali tahu didatangkan ke Indonesia. Menurut beberapa sumber yang belum dapat dipastikan dikarenakan nimimnya dokumentasi yang ada, Tahu pertama kali didatangkan pada tahun 1200an tepatnya di Kediri oleh seorang tentara Kubilai Khan saat mengunjungi kediri. Dimana pada masa itu saat kekuasaan mongol oleh khan para tentara disana membawa pasokan makanan tentara berupa kacang kedelai, yang nantinya akan dioleh menjadi tahu di kediri.

Arti kata Tahu sendiri yang diambil dari bahasa Tionghoa yaitu tao-hu atau teu-hu yang berarti tao atau teu itu artinya kacang kedelai sedangkan hu berarti dihancurkan menjadi bubur. Dari dua kata tersebut ketika digabungkan akan menjadi kacang kedelai yang dihancurkan menjadi bubur yang mana itu juga merupakan proses pembuatan tahu secara harafiah. Secara lebih detailnya, pembuatan tahu dimulai dari merendam kacang kedelai selama kurang lebih satu hari yang kemudian dicuci hingga bersih lalu digiling menggunakan penggilingan khusus atau secara tradisional dengan menggunakan batu yang dicampurkan dengan air hingga memiliki tekstur seperti bubur, setelah memiliki tekstur seperti bubur kacang kedelai tersebut direbus kembali dengan diberikan asam cuka hingga membentuk gumpalan-gumpalan diatasnya yang lalu dipisahkan antara sari dari air kacang kedelai dan ampas yang berada diatasnya dan tahap terakhirnya adalah gumpalan atau ampas tersebut dicetak dan ditekan selama beberapa jam sampai mengeras dan menjadi tahu yang kita tau.

Tahu sendiri mulai populer di Indonesia khususnya pulau jawa dikarenakan pada tahun 1900an di era penjajahan, masyarakat kesulitan untuk mendapatkan makanan yang layak untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Oleh karena itu, masyarakat seringkali mengkonsumsi tahu sebagai sumber protein utamanya karena jumlah kacang kedelai yang melimpah di pulau jawa dan relatif mudah untuk didapatkan. Dan pada jaman sekarang pun tahu tetap menjadi makanan wajib bagi semua orang karena kebiasaan memakan tahu yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya dari tahun 1900an hingga sekarang yang sudah membuat tahu bagaikan bagian dari menu setiap hari yang harus ada.

Pada Era 1900an masyarakat umumnya mengkonsumsi tahu dengan cara digoreng atau direbus saja dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk pengolahan yang lebih sulit dan kesulitan untuk mendapatkan bahan lainnya. Namun, sekarang di jaman ini menu tahu sudah jauh lebih berkembang, tidak hanya direbus atau digoreng kini menu tahu yang sudah ada jauh lebih menarik dan kompleks. Kini tidak lagi digunakan sebagai sumber protein utama tetapi sebagai pendamping dari menu utama. Namun masih ada beberapa menu tradisional yang menggunakan tahu sebagai bahan utamanya, seperti tahu gejrot yang merupakan makanan khas cirebon yang dibuat dengan memotong tahu goreng dengan potongan kecil yang diberi kuah pedas manis yang terbuat dari asam jawa, gula merah dan cabai, lalu ada Tahu Walik yang merupakan makanan khas Banyuwangi yang dibuat dari tahu putih yang bagian dalamnya dibalik keluar lalu diberi berbagai macam isian daging dan sayuran lalu digoreng yang memiliki tekstur lembut diluar dan gurih diddalam, lalu yang terakhir ada Tahu petis yang merupakan makanan khas semarang yang menggunakan tahu goreng dengan sambal petis kental khas semarang yang terdiri dari udang atau ikan.