Seputar Kuliner Nusantara

Pesona Tempe

Siapa yang tidak mengenal tempe, makanan khas Indonesia yang sudah ada sejak lama ini dikenal sebagai makanan segala umat. Dapat dipastikan bahwa setiap orang di Indonesia pernah mencoba tempe setidaknya satu kali dalam hidupnya. Tempe sendiri sudah di Indonesia selama ratusan tahun. Menurut sejarah tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600an di Desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia di Pulau jawa pada masa kekuasaan sultan mataram sebagai sumber protein pokok masyarakatnya, walaupun kemungkinan besar tempe sudah ada dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia jauh lebih lama dari itu.

Tempe itu sendiri adalah makanan yang umumnya terbuat dari biji kacang kedelai yang difermentasi dan dibungkus dengan daun pisang. Tempe tidak selalu menggunakan biji kedelai dan dibungkus dengan pisang, walaupun pada saat ini itu merupakan hal yang paling umum dijumpai namun menurut sejarah tempe juga dapat dibuat dengan kacang-kacangan dan bij-bijian lain yang diproses dengan proses fermentasi yang sama dan dapat pula dibungkus dengan daun waru, daun jati atau daun jambu. Proses fermentasi dari tempe biasanya berlangsung selama 24-72 jam tergantung dari ukuran tempe, jenis jamur ragi yang digunakan serta suhu dan kelembapan.

Proses pembuatan tempe dapat dibilang mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang tanpa perlu keahlian khusus, tahap pertama yang perlu dilakukan yaitu membersihkan dan mencuci kacang kedelai dengan air bersih, kemudian merebus kedelai tersebut selama kurang lebih 30 menit , kemudian merendap biji kacang kedelai atau kacang lainnya di dalam air dengan suhu ruangan selama 1 hari, lalu merebus kacang kedelai tersebut beserta air rendamannya selama 1 jam, lalu dikeringkan dan didiamkan di suhu ruangan sampai dingin, lalu membungkus kacang kedelai yang telah dingin tersebut dengan daun pisang dan diberikan ragi putih agar proses fermentasi dapat berjalan dan tahap terakhirnya yaitu hanya perlu menunggu selama 24-72 jam sampai proses fermentasi selesai.

Tempe yang umumnya digunakan hanya sebagai pengganti protein utama bagi sebagian orang kini memiliki peran penting yang tidak tergantikan. Pada era ini, dimana makanan Vegetarian kian populer, tempe menjadi pilihan utama sebagai sumber protein bagi orang yang tidak memiliki akses akan daging. Tempe yang kaya akan nutrisi, tinggi protein, vitamin dan mineral dengan sodium dan karbohidrat yang rendah serta rendah kolestorel membuat tempe menjadi makanan yang tidak hanya enak namun memiliki manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh. Selain itu probiotik didalam tempe akibat proses fermentasinya juga terbukti untuk membantu kesehatan usus. Bahkan menurut hasil riset menunjukkan isoflavones didalam kacang kedelai juga mengandung antioxidant tinggi yang akan mengurangi stress.

Tempe sendiri di Indonesia paling umum dimasak dengan digoreng, tempe biasanya dipotong kecil seukuran jari dan digoreng hingga kecokelatan. Namun bagi kalian yang khawatir tentang kesehatannya dan mencoba mengurangi makanan gorengan, tempe tidak hanya dapat dinikmati dengan cara digoreng, tempe juga dapat ditemukana dalam hidangan masakan tumisan seperti tempe orek atau makanan yang berkuah seperti lodeh dan kare sayur selain tempe juga dapat dibakar. Semua ini membuat tempe menjadi makanan yang sangat fleksibel yang dapat dimasak dengan beragam cara dan dapat menjadi menu utama sebagai protein atau hanya sebagai menu sampingan bagi menu lainnya.

Dengan semakin banyaknya orang yang mencari alternatif daging dan makanan sehat namun tetap enak, kini tempe tidak hanya dikenal di Indonesia, kini tempe telah memasuki kanca global dan mulai dikenal di seluruh dunia terutama bagi penikmat hidangan vegetarian. Bahkan tempe pun dinobatkan sebagai salah satu makanan favorit dan pilihan utama bagi vegan di luar negeri.

Seputar Kuliner Nusantara

Makanan Peneman Hujan

Musim Hujan di Indonesia umumnya berlansung selama 6 bulan dari sekitar bulan Oktober hingga April, dengan puncak hujan sering terjadi di Bulan Desember hingga Maret yang dipengaruhi oleh angin muson barat yang membawa uap air dari Asia dan Pasifik. Pada musimhujan seperti sekarang ini dengan cuaca yang dingin memberikan sensasi tersendiri, cuaca yang dingin dengan suara rintik hujan akan memberikan rasa kesepian bagi anda. Bagi anda yang kebingungan dan merasa kesepian, kami ada beberapa pilihan jenis makanan yang dapat menjadi pilihan teman terbaik bagi anda untuk disantap bersama hujan yang deras dan suhu dingin yang dijamin akan meningkat mood anda.

Salah satu makanan favorit sebagaian besar masyarakat indonesia disaat hujan tidak lain tidak bukan yaitu “indomie”, makanan sejuta umat yang sudah tidak asing lagi bagi lidah sebagian besar masyarakat Indonesia dari berbagai golongan masyarakat di semua rentang usia. Makanan yang sudah tidak asing dan kemungkinan besar sudah tersedia di rumah anda masing masing ini menjadi pilihan pertama dan utama yang kami rekomendasikan untuk anda. selain akses yang mudah untuk didapat, harganya yang murah dan enak menjadi kan indomie sebagai kandidat utama kami. Terutama indomie kuah yang hangat ditambahkan dengan telur dan irisan cabai bagi yang menyukai makanan pedas. Indomie kuah yang memiliki rasa yang umami ditambahkan dengan kuahnya yang hangat dan irisan cabai yang memberikan tambahan rasa pedas menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia menjadi teman disaat hujan.

Selain indomie, makanan lain yang menjadi pilihan yang tepat untuk menemani anda disaat hujan adalah  makanan berkuah hangat seperti bakso atau seblak. Makanan dengan daging yang berminyak dengan kuah hangat yang memiliki rasa yang ringan seperti bakso akan mengisi perut anda dan memberikan rasa nyaman saat disantap bersama hujan, bakso sendiri memiliki rasa nikmat yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia sehingga makanan ini cocok di lidah semua orang baik itu anak anak maupun orang dewasa. atau bagi orang yang lebih menyukai makanan dengan lebih banyak pilihan variasi, anda dapat memilih seblak karena seblak memiliki begitu banyak varian topping yang dapat anda pilih sehingga orang orang yang picky eater atau hanya menyukai beberapa jenis makanan dapat menikmati seblak dengan topping favoritnya saja.

Selain makanan berkuah, masyarakat Indonesia juga menyukai makanan yang lebih ringan sebagai cemilan seperti kembang tahu, wedang tahu, sekoteng atau ronde jahe. Bagi kalian yang masih merasa kenyang, atau hanya ingin cemilan yang dapat menenami disaat hujan tanpa takut membuat anda menjadi gendut dapat memilih opsi makanan ringan atau minuman diatas. Selain nikmat untuk disantap, makanan dan minuman tersebut mengandung jahe yang memiliki rasa khas jahe yang tidak dapat ditemukan di hidangan makanan lainnya dan memberikan sensasi rasa hangat di perut yang dipastikan akan memberikan sensasi hangat pada tubuh yang apabila dimakan saat cuaca dingin saat hujan akan memberikan kenyamanan maksimal bagi anda.

Pada Akhirnya Indonesia sendiri memiliki begitu banyak pilihan makanan dan minuman yang dapat disantap saat hujan jadi dihari hari berikutnya saat hujan tiba pastikan anda sudah tau makanan apa atau minuman apa yang akan anda santap untuk menemani dan membuat hari hari berhujan yang anda alami dapat menjadi lebih menyenangkan bagi anda yang akan membuat anda menantikan saat hujan turun lebat di Indonesia.
Seputar Kuliner Nusantara

Indonesia dan Sambal

Ada berbagai macam kondimen makanan di Indonesia seperti kecap, bawang goreng, saus, jeruk nipis, dan sambal. Tetapi sambal memiliki peran tersendiri dalam didalam kondimen yang membuat sambal bisa dibilang lebih penting atau bahkan paling penting dibandingkan kondimen lain. Ada ungkapan yang sering dibilang di Indonesia yaitu “Belum makan kalau belum makan nasi” dan hal yang sama juga berlaku untuk sambal “makan gak enak kalau ga ada sambal”.


Pada tahun 2018 sebuah studi dilakukan oleh universitas Gadjah Mada yang mengidentifikasi ada 322 jenis sambal di Indonesia dengan lebih banyak lagi jenis sambal lainnya yang tidak teridentifikasi. Lalu, apa yang menyebabkan kecintaan dan ketergantungan terhadap sambal ini berasal, apakah setiap orang di Indonesia sudah memiliki toleransi dan kecintaan terhadap sambal dari mereka dilahirkan atau ini sesuatu yang didapatkan melalui “acquire taste” yang diturunkan dari generasi ke generasi sedikit demi sedikit.


Sebelum kita membahas mengapa Indonesia terobsesi terhadap sambal, ada baiknya kita membahas apa itu sambal. sambal itu sendiri bisa dibilang gabungan dari beberapa jenis cabai yang ditambahkan beberapa bahan lainnya yang dimasak dengan cara yang berbeda yang membuat ada begitu banyak variasi jenis sambal di Indonesia. bahan yang biasanya ditambahkan kepada sambal umumnya adalah bawah putih, bawang merah, garam, gula, tomat yang diproses dengan ditumbuk, digoreng, direbus atau dipanggang. salah satu jenis sambal yang populer di indonesia adalah sambal terasi, yang menambahkan terasi yang memberikan rasa dan bau yang unik dari terasi.


Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki sambal mereka sendiri. Seperti sudah menjadi bagian dari sejarah dan budaya dari masing masing provinsi yang menjadi makanan wajib di daerahnya dan juga sebagai kebanggan akan identitas dari suku dan bangsa masing masing daerah. salah satu contoh sambal yang cukup populer adalah sambal matah, yaitu sambal yang berasal dari daerah bali yang teridiri dari potongan kecil sambal yang diberikan minyak kepala garam dan jeruk nipis yang disajikan secara mentah. Contoh lainnya yang tidak kalah terkenal adalah sambal ijo yang berasal dari budaya minang padang. namanya sambal ijo sendiri diambil dari warna yang dari sambal itu sendiri, dimana umumnya sambal di Indonesia berwarna merah, sambal ijo sendiri memiliki warja hijau dikarenakan sambal yang digunakan berasal dari cabai hijau besar dan cabai burung yang berwarna hjiau.


Sambal itu sendiri sudah menjadi bagian dari jati diri orang Indoensia. Kebanggan akan sambal dari daerah masing masing orang, dan jenis sambal yang beragam yang dapat meningkatkan rasa makanan dari berbagai macam jenis makanan juga menjadi faktor pentng kenapa sambal begitu populer di Indoensia. Kecintaan sambal itu sendiri juga diturunkan dari orang tua kepada anaknya sebagai bagian dari budayanya. Tidak ada orang yang sejak lahir dapat memakan sambal dan mengatakan bahwa sambal itu enak. kecintaan akan sambal di Indonesia itu sendiri terjadi dikarenakan para orang tua di Indoensia sudah membiasakan anak mereka untuk memakan sambal sejak kecil sehingga ketika mereka sudah dewasa tingkat ketahanan terhadap sambal mereka menjadi lebih baik dan sudah terbiasa untuk memakan makanan dengan sambal. Oleh karena itu, Indonesia dan sambal sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan satu sama lain dan akan terus berjalan berdampingan.