Pesona Kuliner Aceh
Nanggroe Aceh Darussalam atau yang biasa lebih dikenal dengan sebutan Aceh adalah provinsi paling barat Indonesia, yang paling dikenal dari lagu anak-anak dari sabang sampai merauke. Aceh yang terkenal sebagai “Serambi Mekkah” karena memiliki pengaruh Islam paling kuat dibanding provinsi lainnya di Indonesia. Aceh sebagai provinsi yang digunakan sebagai pusat penyebaran agama Islam dan pusat perdagangan maritim pada masa sebelumnya, memiliki kekayaan budaya yang melimpah dan autentik dibanding provinsi lainnya di Indonesia. Salah satu yang menjadikan Aceh sebagai provinsi yang unik adalah dalam hal makanan tradisionalnya.
Dengan kekayaan budayanya dan sebagai pusat perdagangan maritim membuat Aceh memiliki beberapa gabungan dari kebudayaan unik yang dianut termasuk warisan turki, India, Arab dan china. Selain itu karena Aceh memiliki sistem keagamaan yang kuat warisan kuliner di Aceh pun tetap selaras dengan ajaran agama Islam. Salah satu makanan Aceh yang terkenal atau bisa dibilang paling terkenal di Indonesia adalah mie aceh. mie Aceh sendiri merupakan hidangan mie kuning tebal tradisional yang dipadukan dengan bumbu kari pedas dan rempah-rempah yang kuat. Hidangan mie aceh ini sendiri menunjukkan jati diri Aceh dan cuplikan sejarah yang dimiliki aceh yang memadukan pengaruh kuliner dari negara India, Arab dan China yang masuk ke Aceh melalui jalur perdagangan di masa lalu. Mie Aceh sendiri biasanya disajikan dengan 3 jenis utama yaitu digoreng, ditumis dan direbus.
Sebagai salah satu tempat tujuan destinasi wisata, Aceh tidak hanya terkenal dengan mie acehnya, makanan seperti kuwah belanggong dan kuah pliek U juga tidak kalah enak jika dibandingkan dengan mie aceh. Walaupun makanan tersebut masih terdengar cukup asing di kebanyakan orang, hidangan tersebut tetap wajib untuk anda cicipi ketika mengunjungi Aceh. Semua hidangan yang anda nikmati di Aceh sudah dipastikan akan memiliki rempah yang kuat yang menjadi simbol kebersamaan dan harmonisasi antar budaya antar negara yang ikut membantu Aceh hingga saat ini.
kuwah belanggong biasa dijadikan sebagai sajian utama dalam berbagai acara keagaaman termasuk yang paling umum dan besar di Aceh yaitu acara perayaan Maulid Nabi Muhamman SAW dan juga berbagai acara kecil seperti acara syukuran atau resepsi di rumah. Kuwah belanggong adalah hidangan gulai daging yang bisa terbuat dari daging sapi, kambing atau kerbau yang dimasak dengan berbagai macam rempah yang kaya akan rasa dengan ditambahkan nangka muda dan pisang kepok. Nama belanggong ini sendiri berarti kuali besar, yang jika diartikan seacara harafiah kuwah belanggong ini berarti kuali besar berkuah. Yang artinya, secara tradisional kuwah belanggong selalu disajikan dengan jumlah besar dan dimasak dengan kuali berukuran besar yang bisa memasak hingga ratusan porsi dalam sekali masak, oleh karena itu makanan kuwah belanggong bukan termasuk makanan yang bisa disantap setiap hari dirumah melainkan hanya dapat disantap saat ada acara acara besar saja yang membuat makanan ini selalu dinantikan setiap ada acara dan melekeat di hati setiap orang di Aceh.
Untuk makanan tradisional berkuah lainnya yang lebih umum untuk disantap dirumah adalah pliek U, tidak seperti kuwah belanggong yang normalnya disantap saat ada acara saja, Pliek U lebih umum dikonsumsi sehari-hari walau juga dapat diteumakan dan disajikan pada acara acara tertentu. Pliek U sekilas mirip dengan gulai namun jika dilihat dengan lebih seksama isian yang disajkina pada pliuk U berbeda dengan gulai pada umumnya, pliek U umumnya diisi dengan berbagai campuran sayuran dengan kuah khasnya tersendiri. Nama Pliek U sendiri diambil dari salah satu bumbu dasar utama dalam pembuatan makanan ini. Pliek U merupakan sisa dari kelapa yang minyaknya sudah diperas yang ampasnya diambil dan dijemur hasil dari kelapa itu sendiri disebut Pliek U yang juga menjadi nama dari hidangan ini.