Pesona Kuliner Padang
Kota Padang yang terletak di Provinsi Sumatera Barat merupakan Ibukota dari provinsi tersebut, asal usul nama padang sendiri itu berarti lahan atau tanah datar, yang mencerminkan topografi dari kota tersebut. kawasan ini bermula sebagai tempat perantauan dari masyarakat minang yang menetap di Padang yang kemudian berkembang menjadi pelabuhan dagang internasional krusial dibawah kerajaan Pagayurung yang kemudian di sekitar abad ke tujuh belas mulai dikuasi oleh belanda dan VOC yang menjadikan padang sebagai pusat perdagangan emas, teh, kopi, rempah-rempah dan pusat pemerintahan kolonial di Sumatera Barat. Hal ini membuat kota padang bertransformasi menjadi kota yang kaya akan budaya, pusat pendidikan dan pariwisata.
Dengan kekayaan budayanya dan kebiasaan yang dibawah oleh nenek moyang masyarakat minang yang suka merantau membuat hidangan padang tersebar luas di seluruh Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyak restoran Padang di kota kota besar di seluruh Indonesia. Masakan Padang sendiri yang dipengaruh oleh keadaan disana yang menjadi pusat perdagangan rempah membuat kota padang memiliki pasokan rempah yang melimpah yang dapat dilihat dari hampir seluruh menu masakan padang akan memiliki cita rasa yang kaya akan rempah dan membuat masakan padang begitu berbeda dan laris di lidah seluruh orang Indonesia yang mayoritas menyukai makanan dengan rasa yang kuat.
Sebagai salah satu tempat tujuan destinasi wisata, Makanan Padang begitu dikenal di seluruh Indonesia, seperti Rendang dan Ayam Pop. Makanan Padang identik dengan kekayaan rempah, santan dan rasa pedasnya membuat setiap orang yang mencicipi masakan padang dijamin akan ketagihan. Salah satu fakta menariknya bahkan rendang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh CNN pada tahun 2011 dan tahun 2017 serta masuk ke peringkat 11 pada tahun 2021. Hal ini patut untuk dibanggakan oleh Indonesia terutama masyarakat Padang yang dapat membuat Indonesia dan makanan kulinernya dapat dikenal oleh dunia. Rendang sendiri adalah masakan yang terbuat dari daging sapi yang umumnya diambil dari bagian paha belakang dan sengkel yang dipilih karena teksturnya yang keras dan kaya akan kolagen, bagian ini dipilih karena proses pembuatan rendang umumnya memakan waktu yang lama agar bumbu rempah khas minang dan santan kelapa yang dimasak pada bagian daging tersebut dapat diserap dengan baik.
Walaupun tidak seterkenal rendang di kancah dunia, ayam pop juga merupakan khas padang yang juga tersebar luas di seluruh Indonesia dan juga tidak kalah enak jika dibandingkan dengan rendang. Fakta menariknya bahkan untuk restoran padang yang ada di pulau jawa, hidangan ayam pop lebih populer dibandingkan dengan rendang sebagai pilihan utama masyarakat jawa karena rasanya yang lebih cocok di lidah orang jawa yang notabene lebih menyukai makanan dengan rasa yang manis. Ayam Pop sendiri adalah hidangan berbahan dasar ayam yang digoreng namun yang membedakan ayam pop dari ayam goreng pada umumnya adalah ayam pop masih memiliki warna yang masih putih ketika selesai dimasak. Perbedaan utamanya terletak dari proses persiapan ayam tersebut, ayam pop dimulai dengan direbus dengan air kelapa dan bumbu rempah lalu digoreng sebentar sebelum warna ayam berubah kecokelatan hal ini menyebabkan ayam pop masih memiliki tekstur empuk dengan rasa yang gurih yang meresap dari proses perebusannya yang tidak didapatkan pada ayam goreng pada umumnya.